Ekonom: Food Estate Bebani Keuangan Negara, Uang Rakyat Terbuang

Jakarta, Tempo.co - Proyek lumbung pangan atau *food estate* dinilai oleh ekonom CORE, Eliza Mardian, justru menambah beban keuangan negara. Kritik ini disampaikan terkait efektivitas program tersebut dalam penggunaan anggaran.
Menurut Mardian, sejauh ini *food estate* tidak memberikan dampak positif yang signifikan untuk membenarkan pengeluaran besar yang telah dilakukan. Ia menekankan bahwa dana yang digunakan untuk proyek ini berasal dari uang rakyat, sehingga pemborosan atau ketidakefektifan akan sangat merugikan.
“Selama ini, proyek *food estate* hanya menambah beban keuangan negara,” ujar Mardian, sebagaimana dilansir dari Tempo.co. Ia mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program tersebut untuk memastikan penggunaan anggaran yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program *food estate* sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan secara signifikan melalui pengembangan lahan pertanian terpadu. Namun, implementasinya menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk terkait dampak lingkungan dan efisiensi biaya. CORE sendiri telah secara konsisten menyoroti potensi risiko fiskal yang terkait dengan proyek-proyek infrastruktur skala besar seperti *food estate* jika tidak dikelola dengan baik.
Mardian menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan produktivitas pertanian secara berkelanjutan melalui teknologi dan praktik pertanian yang lebih efisien, serta memperkuat infrastruktur pendukung seperti irigasi dan jaringan transportasi. Hal ini, menurutnya, akan lebih efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.




